Film Seks kadang menjadi bumbu dalam sebuah film. Tanpa seks banyak orang
yang menonton, film terasa menjadi hambar. Meski belum tentu semua
adegan seks yang ditampilkan indah, tetapi ada kalanya orang akan
teringat dengan bagian-bagian dari sebuah adegan seks yang indah.
Disitulah seninya seks menjadi bumbu sebuah film.
OUT OF SIGHT
menampilkan sebuah adegan seks yang lembut dan perlahan-lahan gairah
seks pelakunya meningkat. Adegan percintaan antara Jack (George Clooney)
dengan Karen (Jennifer Lopez) di atas kap mesin mobil terlihat lebih
menggetarkan dibanding sebuah adegan seks di atas ranjang. Keduanya
benar-benar terlihat spontan seperti menikmati adegan percintaan yang
alami dan wajar.
BETTY BLUE menampilkan
sebuah adegan seks yang liar tapi indah. Di sini memang kita bisa
melihat bahwa seks bisa merusak dan membangun. Adegan seks antara Betty
(Beatrice Dalle) dengan Zorg (Gean Hughes Anglade) terlihat
sangat-sangat liar tapi membuat mata penonton ingin terbelalak terus.
REAR WINDOWS
menampilkan adegan seks klasik dan indah sepanjang jaman. Lihat saja
adegan ciuman yang dilakoni Grace Kelly dengan James Stewart mampu
menampilkan keindahan dibanding sekedar seks dan percintaan. Ciuman yang
mungkin tidak akan dilupakan pelakunya jika memang ini benar-benar
dilakukan atas dasar saling cinta.
THE FABULOUS BAKER BOYS menampilkan
adegan seks yang dilakoni Michelle Pfeiffer dengan Jeff Bridges di atas
piano. Adegan seks ini terlihat begitu indah karena Michelle terlihat
begitu menikmati adegan seks ini dengan melibatkan emosinya. Padahal,
kalau mau tahu, banyak sekali crew film yang menonton adegan seks
tersebut.
SECRETARY
menampilkan hubungan seks secara emosional antara seorang sekretaris
yang diperankan Maggie Gyllenhaal dengan atasannya yang diperankan James
Spader. Kekuatan seks keduanya timbul karena perasaan alamiah yang
timbul diantara keduanya

Premenstrual Syndrome (PMS) hampir dirasakan oleh perempuan di seluruh
dunia. Kondisi ini bisa sangat menjengkelkan karena dapat membuat
perempuan gampang marah, berjerawat dan perubahan suasana hati yang
tiba-tiba. Orgasme bisa jadi salah satu obat terbaik untuk meredakan
gejala PMS jelang haid.
Meski belum ada penelitian ilmiah yang
mendasari, namun banyak perempuan yang merasakan perubahan gejala PMS
setelah menikah. Penyebabnya adalah orgasme.
Menurut sifatnya,
orgasme pada dasarnya dapat menghilangkan ketegangan, melepaskan energi,
stres, penyumbatan, sakit ringan dan nyeri.
Selama stimulasi
seksual sebelum orgasme, tubuh menjadi lebih bersemangat dan
meningkatkan tekanan darah, pernapasan dan denyut jantung. Pembuluh
darah dan jaringan di daerah genital terisi oleh darah yang menyebabkan
pembesaran klitoris, pembengkakan labia dan pelumasan vagina.
Sebagai
puncak kegembiraan, ketegangan otot terjadi di seluruh tubuh hingga
melewati batas dan terjadilah orgasme. Saat orgasme kejang terjadi di
berbagai bagian tubuh, termasuk kaki, perut, lengan dan punggung.
Otot-otot
vagina menjadi rileks dan berkontraksi dengan cepat, seperti halnya
otot-otot rahim. Kelenjar vagina melepaskan sekresi encer, pelumas vagina, yang setara dengan ejakulasi pada pria.
Selain itu tubuh
pun melepaskan endorfin, hormon di otak yang membuat orang merasa
senang. Endorfin adalah zat yang secara alami terbentuk di dalam tubuh
untuk menghilangkan rasa sakit. Hormon ini juga dapat membantu untuk
mengatur sistem hormon.
Orgasme bekerja dengan baik untuk
meredakan gejala PMS dan nyeri haid. Orgasme dapat melepaskan stres dan
ketegangan di daerah reproduksi perempuan, yang didorong oleh kontraksi
otot rahim. Hormon endorfin yang dikeluarkan pun dapat mengurangi rasa
sakit terkair haid, seperti dilansir menstruation.com.au, Minggu (3/6/2012).